Sabtu, 06 November 2010

KEMACETAN DI JAKARTA


Jakarta macet.Bukan hal yang baru lagi.Setiap hari terutama saat jam berangkat dan pulang kerja kemacetan selalu mengepung jakarta.Terlebih lagi jika datang musim hujan dan air menggenangi sebagian besar jalan protokol di jakarta.Keadaan ini semakin memperparah kemacetan.Karna sistim drainase yang buruk mengakibatkan banjir dan menghambat laju kendaraan.Dan sebagian besar yang menyebabkan kemacetan adalah bertambahnya kendaraan bermotor milik pribadi kaum berada yang semakin menyesakan jalan-jalan besar di ibukota.
Tentu saja ini menyebabkan kerugian yang besar dari berbagai pihak.seperti , pemborosan bahan bakar dan waktu efisiensi kerja.Contohnya , pemerintah harus menambah subsidi bahan bakar seiring bertambahnya kendaraan bermotor.Belum lagi dengan penambahan biaya peremajaan jalan yang lebih sering cepat rusak akibat terlalu sering menahan beban kendaraan setiap harinya.
Contoh yang lainya adalah perkembangan pisikologis dari penduduk di Jakarta yang  semakin merosot .Orang harus berangkat lebih awal agar tidak terkena macet dan sampai di tempat kerja lebih awal.Belum lagi mau tidak mau harus menghirup gas Nox dari sisa pembakaran yang berdampak negatif bagi kesehatan.Waktu istirahat dan jadi berkurang.Akibatnya kualitas kerja dan kesehatan seseorang semakin menurun setiap harinya dan mengakibatkan penyakit.Sementara hasil dari pekerjaan orang itu sendiri kurang maksimal.Belum lagi perusahaan tempat bekerjanya harus menanggung biaya pengobatan dari penyakit yang dideritanya setiap tahun akibat kualitas hidupnya menurun.
Penyebab kemacetan di antaranya adalah banjir yang tarjadi seiring turunya hujan dan air kiriman dari kota-kota satelit seperti bogor dan depok.Kualitas saluran air yang alami seperti sungai yang terus menurun akibat tercemarnya sungai dan sampah yang menghambat laju air sungai seiring dengan kebiasaan warga Jakarta yang membuang sampah sembarangan , ditambah lagi dengan banyaknya bangunan dengan sistem drainase yang buruk adalah penyebab utama.terjadinya banjir.
Untuk itu perlu adanya solusi dari pemerintah mengatasi kebanjiran seperti merubah atau mengurangi pembangunan gedung bertingkat dan mall dengan kawasan hutan kota seperti taman perkotaan yang di tanami dengan pepohonan.Hal ini akan mengembalikan fungsi tanah seperti sebelumnya sebagai penyerap air sehingga air terserap dengan maksimal.
Langkah lainya adalah mempersentasikan tentang dampak pencemaran lingkungan kepada warga Jakarta dan sekitarnya dan sebuah rancangan sistem yang mampu merubah pola pikir warga agar tidak lagi membuang sampah di sungai.Tetapi ke tempat sampah.

Penyebab kemacetan yang lain adalah bertambahnya kendaraan bermotor terutama kendaraan roda 2 setiap harinya.Data dari PT.Astra Honda Motor menyebutkan.Dalam 1 hari untuk 1 jenis motor dari 1 pabrik keluar sekitar sekitar 1000 buah motor.
Alasan mengapa orang lebih suka menggunakan kendaraan pribadi adalah karna keterpaksaan.Agkutan umum di Jakarta dan sekitarnya tidak ada yang layak untuk mengangkut mereka sampai tempat kerja mereka.Sehingga mereka harus menggunakan kendaraan pribadi untuk sampai ke tempat kerja mereka.
Untuk itu perlu adanya solusi dari pemerintah seperti mengadakan angkutan umum yang layak dengan aman , nyaman dan cepat yang bersifat massal dan interkoneksi sehingga lebih murah dan oranglebih tertarik untuk menggunakan kendaraan umum di banding kendaraan pribadi.
Mengadakan transportasi massal tidak harus mengeluarkan biaya yang besar untuk membuat pola sistem transportasi makro yang baru.Bisa juga dengan meremajakan atau merubah sistem transportasi massal yang sudah ada.Seperti kereta/tram , monrail ,subway dan bis yang rata-rata dominan dipilih sebagai angkutan umum.Dan umumnya pula digunakan juga di sebagian besar negara di berbagai belahan dunia hingga saat ini.
Berikut adalah syarat syarat yang harus terprnuhi oleh transportasi umum :
-Aman
-Nyaman
-Cepat
-Efisien
-Terjangkau
-Bersifat interkoneksi artinya dapat terhubung dengan transportasi umum yang lain
-Mencakup seluruh wilayah urban dan suburban
-Ramah lingkungan
Menurut buku Tram Reborn karangan Ir Widoyoko, M.Sc penerapan sistem transportasi umum perkotaan yang bersifat massal sangat tergantung dari ketersediaan dana dan kemauan pemerintah setempat untuk membenahi sistem transportasi secara menyeluruh.Berbagai kebijakan dan peraturan daerah juga dibutuhkan agar operasi dari sistem transportasi umum berjalan lancar.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar